Tinjauan Produk
Definisi Fungsional
Transformator arus luar ruangan LCWD1-35 (LABN1-35W2) 35 kV berpendingin minyak adalah instrumen elektromagnetik presisi yang dirancang untuk pengukuran arus akurat, pengukuran energi, serta aplikasi proteksi rele pada sistem tenaga AC kelas 35 kV. Transformator arus luar ruangan berpendingin minyak ini memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik untuk menghasilkan sinyal arus sekunder yang terisolasi secara galvanis dan proporsional terhadap arus primer, beroperasi pada frekuensi 50 Hz atau 60 Hz.
Ringkasan Spesifikasi Utama
| Item | Spesifikasi (sesuai pesanan / nameplate) |
|---|---|
| Kelas tegangan sistem | Kelas 35 kV (aplikasi distribusi dan transmisi luar ruangan) |
| Frekuensi nominal | 50 Hz / 60 Hz |
| Arus sekunder nominal | 5 A |
| Kelas akurasi | Inti/winding metering dan/atau proteksi sesuai spesifikasi (misalnya: 0.2S, 0.5, 10P15, 10P20) |
| Beban nominal (rated burden) | Sesuai inti/winding yang ditentukan: 0.2S (30 VA), 0.5 (50 VA), 10P20 (50 VA) |
| Faktor daya beban | cosφ = 0,8 (lagging), kecuali ditentukan lain oleh standar proyek |
| Kemampuan tahan hubung singkat | Ith (1 detik) dan Idyn (puncak) sesuai rating arus primer |
| Tingkat isolasi | 40,5/95/185 kV (Um/Up/Ud) |
| Jarak creepage | Standar: ≥735 mm; varian W2: ≥1100 mm |
| Kelas polusi | Kelas II atau Kelas III (dapat dipilih) |
| Standar yang berlaku | IEC 61869-1 / IEC 61869-2; GB/T 20840.1 / 20840.2; GB 1208-1997; GB 5583-85 (PD bila ditentukan) |
| Varian struktural | LCWD1-35 (standar), LABN1-35W2 (jarak creepage diperpanjang) |
Tampilan Produk

Prinsip Kerja
Berdasarkan hukum induksi elektromagnetik Faraday, transformator ini memiliki inti magnetik toroidal dengan konduktor primer melewati lubang tengahnya dan lilitan sekunder yang dililitkan di sekeliling inti tersebut. Fluks magnetik yang dihasilkan oleh arus primer menginduksi tegangan proporsional pada lilitan sekunder, menghasilkan arus keluaran standar 5 A melalui beban yang terhubung. Konstruksi berpendingin minyak memberikan kemampuan isolasi dan performa termal yang lebih baik untuk operasi luar ruangan.
Posisi Aplikasi Sistem
- Distribusi Tegangan Menengah-Tinggi: Gardu induk luar ruangan 35 kV dan sistem distribusi
- Pengukuran Energi: Sistem pengukuran listrik kelas komersial (revenue-grade)
- Rangkaian Proteksi: Skema proteksi arus lebih, diferensial, dan jarak jauh (distance protection)
- Integrasi SCADA: Sistem supervisory control and data acquisition (SCADA)
Tinjauan Struktur
Konstruksi berpendingin minyak dengan isolasi bushing porselen menjamin performa isolasi unggul, ketahanan terhadap kelembapan, serta ketahanan terhadap cuaca luar ruangan. Desain kompaknya diproses melalui pengeringan vakum dan pengisian minyak untuk mencapai kekuatan dielektrik tinggi. Bushing porselen dipasang pada dudukan logam, dengan tangki ekspansi (oil conservator) di bagian atas yang dilengkapi indikator level minyak dan suhu untuk pemantauan perawatan.
Penunjukan Model
Penjelasan Kode Model
- L — Transformator arus (Current Transformer/CT)
- C — Tipe pemasangan luar ruangan (outdoor)
- W — Konstruksi berisolasi minyak (oil-immersed)
- D — Konfigurasi satu fasa (single-phase)
- 1 — Kode desain (platform/iterasi)
- 35 — Kelas tegangan (kV)
- W2 — Varian dengan jarak creepage diperpanjang (bila ditentukan)
Perbedaan Varian
LCWD1-35 dan LABN1-35W2 secara elektris ekuivalen bila ditentukan dengan rasio, kelas akurasi, beban (burden), serta Ith/Idyn yang sama. Varian W2 menyediakan jarak creepage diperpanjang (≥1100 mm dibandingkan ≥735 mm standar) untuk lingkungan dengan tingkat polusi lebih tinggi (Kelas III vs Kelas II). Pemilihan antara varian-varian tersebut didasarkan pada persyaratan tingkat polusi di lokasi dan kondisi lingkungan setempat.
Kondisi Layanan
Transformator arus seri LCWD1-35 dirancang untuk pengoperasian luar ruangan dalam kondisi layanan normal pada sistem tenaga 35 kV.
- Lingkungan instalasi: Instalasi luar ruangan
- Ketinggian: ≤1000 m (ketinggian lebih tinggi harus dinyatakan untuk konfirmasi teknis)
- Suhu lingkungan: −25 °C hingga +40 °C
- Kelembapan relatif: Rata-rata harian ≤ 95%, rata-rata bulanan ≤ 90%
- Kelas polusi: Kelas II (standar) atau Kelas III (varian W2)
- Kondisi lingkungan: Sesuai untuk paparan luar ruangan; tidak terdapat guncangan mekanis atau getaran berat
Konstruksi
Desain Konstruksi
- Struktur: Tipe tiang (post-type) untuk gardu induk luar ruangan
- Isolasi: Perendaman minyak dengan isolasi bushing porselen
- Inti (Core): Desain inti magnetik tipe cincin (ring-type)
- Proses pembuatan: Pengeringan vakum dan pengisian minyak untuk isolasi optimal
- Tangki ekspansi minyak (oil conservator): Tangki ekspansi terpasang di bagian atas, dilengkapi indikator level minyak dan suhu
Konstruksi perendaman minyak dengan rakitan inti yang dikeringkan secara vakum memberikan sifat isolasi yang stabil serta ketahanan terhadap kelembapan, kontaminasi, dan penuaan selama operasi jangka panjang di luar ruangan. Bushing porselen memberikan perlindungan mekanis yang kuat dan isolasi listrik yang andal.
Lilitan & Penandaan Terminal
- Lilitan primer: Terletak di bagian atas rakitan inti
- Lilitan sekunder: Terletak di bagian bawah rakitan inti
- Susunan terminal: Terminal P1 diisolasi melalui bushing porselen kecil (terisolasi dari enclosure); terminal P2 terhubung langsung ke dasar logam untuk pembumian
Penandaan Terminal
- Terminal primer: P1 / P2
- Terminal sekunder (Kelompok 1): 1S1 / 1S2
- Terminal sekunder (Kelompok 2): 2S1 / 2S2 (pada konfigurasi dual-core)
Penandaan terminal mengikuti konvensi polaritas trafo arus standar sesuai IEC 61869-2. Dalam kondisi operasi normal, arah arus referensi didefinisikan dari P1 ke P2. Identifikasi terminal yang benar harus diperhatikan guna menjamin kinerja pengukuran dan proteksi yang akurat.
Data Teknis
Bagian ini menyediakan data teknis berorientasi seleksi untuk trafo arus luar ruangan jenis LCWD1-35 / LABN1-35W2 yang direndam minyak, digunakan dalam sistem AC kelas 35 kV (50 Hz / 60 Hz). Data yang ditampilkan di bawah ini dimaksudkan untuk seleksi awal kombinasi kelas akurasi, beban terukur (rated burdens), dan kemampuan tahan hubung singkat.
Definisi: Kombinasi kelas akurasi menunjukkan inti (core) pengukuran/proteksi yang tersedia dalam satu trafo arus (konfigurasi multi-core dapat diterapkan). Daya keluaran terukur (VA) ditentukan per inti sekunder. Ith adalah arus termal sesaat terukur (1 detik). Idyn adalah arus dinamis terukur (puncak).
Notasi: Nilai Ith/Idyn ditentukan untuk setiap rating arus primer dan telah diverifikasi melalui uji pabrik. Penerimaan harus didasarkan pada nilai yang tercantum pada nameplate dan laporan uji pabrik.
Referensi Data
| Arus Primer Terukur (A) |
Kombinasi Kelas Akurasi |
Daya Keluaran Terukur 0.2S (VA) |
Daya Keluaran Terukur 0.5 (VA) |
Daya Keluaran Terukur 10P20 (VA) |
Arus Termal Ith (kA/1dtk) |
Arus Dinamis Idyn (kA) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5 | 0.5/10P15 0.2/0.5 0.2/0.2 |
30 | 50 | 50 | 0.375 | 0.95 |
| 10 | 0.75 | 1.9 | ||||
| 15 | 1.12 | 2.9 | ||||
| 20 | 1.5 | 3.8 | ||||
| 30 | 2.25 | 5.7 | ||||
| 40 | 3 | 7.6 | ||||
| 50 | 3.75 | 9.6 | ||||
| 75 | 5.62 | 14.5 | ||||
| 100 | 7.5 | 19.2 | ||||
| 200 | 11.25 | 28.7 | ||||
| 300 | 15 | 38.3 | ||||
| 400 | 22.5 | 57.5 | ||||
| 600 | 30 | 76.5 | ||||
| 800 | 45 | 115 | ||||
| 1000 | 45 | 115 | ||||
| 1200 | 45 | 115 | ||||
| 1500 | 45 | 115 |
Faktor batas akurasi (ALF) kelas 10P

Untuk inti proteksi kelas 10P, faktor batas akurasi (ALF) ditentukan dalam penamaan kelas akurasinya (misalnya, 10P15 berarti ALF = 15; 10P20 berarti ALF = 20). Faktor ini mendefinisikan rasio antara arus primer batas akurasi terukur terhadap arus primer terukur, di mana kesalahan gabungan tidak melebihi 10%.
Standar & Referensi Normatif
| Standar | Judul | Aplikasi |
|---|---|---|
| IEC 61869-1 | Trafo Instrumen – Bagian 1: Persyaratan Umum | Persyaratan umum |
| IEC 61869-2 | Trafo Instrumen – Bagian 2: Persyaratan Tambahan untuk Trafo Arus | Persyaratan khusus trafo arus |
| GB/T 20840.1 | Trafo Instrumen – Bagian 1: Persyaratan Umum | Standar nasional (selaras dengan kerangka IEC 61869) |
| GB/T 20840.2 | Trafo Instrumen – Bagian 2: Persyaratan Tambahan untuk Trafo Arus | Standar nasional (selaras dengan IEC 61869-2) |
Instalasi & Dimensi
Gambaran Umum


- Dimensi luar dan detail pemasangan disediakan dalam gambar dimensi.
- Transformator harus dipasang secara kokoh menggunakan lubang pengikat yang telah ditentukan pada dudukan logamnya.
- Sambungan konduktor primer dapat dilakukan melalui terminal batang bus (busbar) atau terminal baut berulir, tergantung pada rating arus primernya.
- Jarak bebas yang memadai harus dipertahankan untuk isolasi, disipasi panas, dan akses perawatan.
- Indikator level minyak dan suhu pada konservator harus mudah diakses untuk inspeksi rutin.
Ukuran Sambungan
Ukuran sambungan tipe sekrup
| Kisaran Arus Primer (A) | Jenis Sambungan | Ukuran Ulir |
|---|---|---|
| 5 – 500 | Baut berulir | M22 × 1.5 |
| 600 – 1000 | Baut berulir | M27 × 1.5 |
| 1200 – 1500 | Baut berulir | M30 × 1.5 |
Ukuran sambungan batang bus tembaga
| Kisaran Arus Primer (A) | Dimensi B (mm) |
|---|---|
| 5 – 500 | 410 |
| 600 – 1000 | 440 |
| 1200 – 1500 | 440 |
Catatan Keselamatan
- Rangkaian sekunder tidak boleh dibiarkan terbuka saat transformator dalam keadaan bertegangan, karena tegangan tinggi berbahaya dapat muncul pada terminal sekunder.
- Saat inspeksi atau perawatan, rangkaian sekunder harus dihubung-singkat terlebih dahulu sebelum melepaskan instrumen apa pun.
- Satu titik pada rangkaian sekunder harus dipentanahkan secara andal sesuai dengan standar yang berlaku.
- Semua pekerjaan instalasi dan perawatan harus mematuhi peraturan keselamatan kelistrikan setempat.
- Level minyak harus diperiksa secara rutin; tambahkan minyak transformator yang sesuai jika levelnya turun di bawah tanda minimum.
- Indikator suhu harus dipantau; suhu berlebihan dapat mengindikasikan adanya beban lebih atau gangguan internal.
Informasi Pemesanan
Saat melakukan pemesanan, konfigurasi yang diperlukan harus ditentukan sesuai dengan persyaratan jaringan setempat, standar yang berlaku, dan spesifikasi teknis proyek. Parameter berikut harus dinyatakan secara jelas untuk keperluan konfirmasi teknis dan pelepasan produksi:
- Arus primer nominal / rasio transformasi
- Arus sekunder nominal (standar 5 A)
- Aplikasi dan persyaratan akurasi (kombinasi kelas akurasi untuk pengukuran dan/atau proteksi)
- Beban nominal (VA) untuk setiap inti/lilitan sekunder
- Persyaratan ketahanan hubung singkat: Ith (1 detik) dan Idyn (puncak)
- Tingkat isolasi: 40,5/95/185 kV (standar) atau kustom
- Kelas polusi: Kelas II (standar, creepage ≥735 mm) atau Kelas III (W2, creepage ≥1100 mm)
- Jenis sambungan primer: Baut berulir atau sambungan busbar
- Persyaratan khusus: Struktur tangki minyak, material, dimensi, konfigurasi pemasangan
Cara memilih
1: Tentukan arus primer nominal (Ip) berdasarkan rating feeder/beban dan rentang operasi yang diharapkan untuk sistem 35 kV.
2: Pilih persyaratan akurasi untuk pengukuran dan/atau proteksi (misalnya, 0,2S untuk pengukuran presisi; 0,5 untuk pengukuran umum; 10P15 atau 10P20 untuk proteksi).
3: Konfirmasi beban nominal (VA) untuk setiap rangkaian sekunder berdasarkan meter/relai yang terhubung dan rugi-rugi kabel.
4: Verifikasi kemampuan tahan hubung singkat (Ith/Idyn) terhadap tingkat gangguan gardu induk.
5: Pilih kelas polusi berdasarkan penilaian lingkungan lokasi (Kelas II standar atau Kelas III untuk daerah dengan polusi berat).
Jika terdapat persyaratan utilitas setempat atau proyek tertentu (misalnya, koordinasi isolasi khusus, batas partial discharge, susunan terminal, kendala pemasangan, kustomisasi tangki minyak, bahasa dokumen, atau sertifikat yang dipersyaratkan), cantumkan hal tersebut pada tahap pemesanan. Konfigurasi khusus harus dikonfirmasi melalui perjanjian teknis dan lembar data akhir sebelum produksi dimulai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)